TANDUK KECIL
(Daniel 7 & Wahyu 13)
Perhatian: Apa
yang diungkapkan di sini adalah berdasarkan Alkitab dan fakta sejarah.
Kami mohon maaf bila ternyata hal ini menyinggung perasaan Saudara,
bukan maksud kami demikian. Kami rindu agar Saudara juga mengerti
kebenaran yang sesungguhnya. Kiranya Tuhan memberkati.
Daniel 7:8
"Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu
tanduk lain yang kecil, ..."
Mimpi
Daniel pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel (Daniel
7:1). Merupakan rincian dan penjelasan lebih lanjut dari mimpi
Nebukadnezar dalam Daniel 2.
Dalam Daniel 7 ayat 2- 6, terdapat unsur-unsur : Angin, laut dan binatang.
Angin
Dalam
bab 5 telah diketahui bahwa "angin" dalam nubuatan menggambarkan
pertentangan, kegaduhan politik dan perang. Dalam Daniel 7 ini, angin
menggambarkan jatuh bangunnya kerajaan-kerajaan dan pertentangan politik
yang terjadi. (lihat Yeremia 49:35-37; 51:1,11)
Laut besar
Laut atau air menggambarkan rakyat banyak, bangsa-bangsa ( lihat Wahyu 17:15, Yesaya 17:12,13)
Empat binatang : empat raja (kerajaan) lihat Daniel 7:17

Seperti
singa : kerajaan Babel (lihat juga Yeremia 4:7; 50:17,44; Ratapan
4:19; Yehezkiel 17:3,12; Habakuk 1:8). Singa adalah raja dari segala
binatang (begitu juga rajawali adalah raja dari segala burung), dalam
Daniel 2 dilambangkan sebagai kepala dari emas.

Seperti beruang : kerajaan Media-Persia

Seperti macan tutul : kerajaan Yunani
(Kerajaan
Yunani di sini bukanlah zaman Yunani klasik, karena zaman itu
mendahului kejatuhan Kerajaan Persia. Tapi adalah kerajaan dari
Aleksander Agung yang mempunyai kecepatan penaklukan yang luar biasa
(empat sayap pada punggungnya). Berkepala empat : pecah menjadi empat
kerajaan (Ptolemaus memperoleh Mesir, Casander memperoleh wilayah
Makedonia, Lysimachus menguasai wilayah Thrace dan Bosphorus di Asia
kecil, Seleucus menguasai Syria).
Binatang keempat : kerajaan Romawi
Tidak dijelaskan rupanya, menakutkan, mendahsyatkan, sangat kuat, berbeda dari yang terdahulu (Dan 7:3)
"Tampak
seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia
sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan
sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala
binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh." Daniel 7:7
Dari Daniel 2, diketahui bahwa kerajaan yang muncul setelah mengalahkan kerjaan Yunani adalah Kerajaan Romawi.
Ciri-ciri binatang ke empat :
1. Bertanduk sepuluh ( ay 7)
"Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu." Dan 7:24
Sama
seperti sepuluh jari-jari kaki dari patung dalam mimpi Nebukadnezar
(Daniel 2), maka kerajaan Romawi kemudian terbagi menjadi 10 kerajaan :
- Lombard di Italia
- Franka di Perancis
- Anglo Saxon di Inggris
- Visigoth di Spanyol
- Alemani di Jerman
- Suevi di Swiss
- Barguidian di Portugal
- Heruli --> lenyap
- Vandal --> lenyap
- Ostrogoth --> lenyap
Kerajaan / kuasa yang sama disebutkan dalam Wahyu 13:1, 17:3
"Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut,
bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat
sepuluh mahkota dan pada kepalanya
tertulis nama-nama hujat." (13:1) "...aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh
tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai
7 kepala dan 10 tanduk." (17:3)
2. Tumbuh tanduk lain yang kecil, mematahkan tiga tanduk (dari 10 tanduk sebelumnya)
"Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu
tanduk lain yang kecil,
sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut (sampai ke
akarnya - KJV); dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia
dan mulut yang menyombong." Daniel 7:8
Berdasarkan SEJARAH,
tanduk kecil ini adalah : Kuasa Kepausan yang mematahkan 3 kerajaan
penentang Uskup Roma sebagai Kepala Gereja Negara, yaitu : Heruli
(runtuh tahun 493 M), Vandal (runtuh tahun 534 M) dan Ostrogoth (runtuh
tahun 538 M). "Penentang terakhir pengangkatan Uskup Roma sebagai Kepala
Gereja Negara ditumpas Kaisar Yustinian. Jenderal Belisarius
meruntuhkan Ostrogoth dan merebut Roma tahun 538, sejak saat itu Uskup
Roma atau Paus menjadi Kepala Gereja dan diberi wilayah kekuasaan Roma
dan sekitarnya, awal Negara Gereja Roma Katholik." David Teen, "Orde
Dunia Baru" hal 27-28
Tiga kerajaan ini lenyap, tidak berbekas
lagi, sedangkan 7 kerajaan lainnya masih ada (Italia, Perancis, Inggris,
Spanyol, Jerman, Swiss, Portugal), meskipun banyak pecahan
kerajaan-kerajaan lainnya di Eropa, seperti yang dinubuatkan dalam
Daniel 2:41-43.
Mengidentifikasikan "Tanduk Kecil" (Berdasarkan Fakta Sejarah)
********************************************************
Tanduk kecil ini muncul diantara 10 tanduk (10 kerajaan). Disebut
kecil,
karena memang kerajaan ini kecil. Menurut Readers Digest, Okt 1974 :
Vatikan adalah negara berdaulat terkecil di dunia. Luasnya hanya 108
acres (44 ha).
Muncul dari kerajaan keempat (Daniel 7:8)
Berarti muncul dari Eropa, khususnya dimulai dari kerajaan Romawi (daniel2)
Kepausan
adalah kuasa Romawi. Ia mewarisi banyak sifat dan harta kekayaan
kerajaan Romawi, dan memakai nama gereja Roma Katolik sampai hari ini.
Muncul pada jaman sesudah kesepuluh raja (Daniel 7:24)
"Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu.
Sesudah mereka, akan muncul seorang raja, ..."
Supremasi
KePausan mulai tahun 538, yang berarti terjadi setelah terbentuknya 10
kerajaan-kerajaan Eropa (476 M).Krisis yang paling menonjol dalam
keruntuhan kerajaan Romawi tua itu terjadi pada tahun 476 TM yaitu
setelah direndahkan dan dihinakan oleh penyerang barbar, Raja Romulus
Augustulus pun menyerah. Supremasi politik Kepausan belum terbentuk
sampai empat puluh dua tahun kemudian, yaitu pada waktu Raja Romawi
Timur bernama Yustinian pada tahun 538 M mengumumkan satu dekrit bahwa
Uskup Roma harus diakui sebagai "Kepala dari semua gereja suci." Dekrit
ini diberlakukan pada tahun 538 TM. Oleh karena itu, Kepausan bertumbuh
menjadi suatu kekuasaan yang penuh setelah kerajaan barbar memecah dan
membagi-bagi daerah kekuasaan Romawi. Frank Breaden,
Penuntun Alat Peraga Baru, hal 162-123)
Menyebabkan tiga tanduk patah (sudah dibahas di atas), Daniel 7:8, 20, 24.
"Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia
berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja" Daniel 7:24
Berbeda dari yang terdahulu (Dan 7: 24)
Kepausan,berbeda
dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya. Kerajaan-kerajaan yang terdahulu
adalah kuasa politik atau sekular yang biasanya didirikan dengan
kekuatan senjata. Kepausan adalah perpaduan agama dan politik (Kepala
Pemerintahan Politik adalah juga Kepala Pemerintahan Agama)
Kekuasaannya
didasarkan bukan atas kemenangan perang tetapi atas pernyataan dan
pengakuannya untuk memiliki mandat dari Allah! Inti utama dalam
keberadaannya ialah persekutuan antara gereja dan negara, dengan catatan
bahwa gerejalah yang mengendalikan negara. Paus adalah Raja-Imam.
Sekali lagi, sejarawan Myers mengatakan secara terangterangan: "Jauh
sebelum kejatuhan Kerajaan Romawi, sudah mulai bertumbuh dalam tubuh
Kerajaan Romawi suatu negara kerajaan yang membentuk diri sendiri di
atas pola kerajaan." Kerajaan rohani, sama seperti kerajaan sekuler,
memiliki kekuasaan pejabat dan yang terpenting adalah jabatan diaken,
imam-imam, dan yang tertua di antara mereka, serta para uskup. Satu lagi
akibat dari kejatuhan kekuasaan Romawi di belahan barat dunia adalah
perkembangan Kepausan. Dalam hal seorang raja tidak berada di tempat di
barat, maka Paus segera mendapatkan kuasa dan pengaruh dan segera
mendirikan suatu kerajaan gerejani yang dalam beberapa segi telah
mengambil kedudukan kerajaan tua itu."
(General History for Colleges, hlm. 348, 316).
Kelihatannya lebih kuat dari yang lain
".....yang lebih besar rupanya (
more stout - KJV) dari tanduk-tanduk yang lain." Dan 7:20
Meskipun kerajaan ini
kecil, namun mempunyai kuasa yang besar. (The
Vatican Sacred City of Peace, the smallest sovereign state in the
world. It's power and influence reaches around the globe -
Readers Digest, Oct 1974)
Sejarawan
Robinson menyaksikan juga bahwa kepausan menjadi suatu kekuasaan yang
paling kuat di Eropa pada zaman pertengahan; ia berkata: "Selain dari
raja-raja di Konstantinopel dan raja-raja Jerman, telah bangkit di Eropa
sederetan raja-raja yang lebih berkuasa yaitu Paus. ...Kita harus
menelusuri yang paling berkuasa dan menetap dari semua lembaga kerajaan
Romawi yang terahir sampai pada zaman pertengahan. Kita harus memikirkan
bagaimana Kekristenan di bagian Eropa Barat atau Latin lambat laun
dapat memisahkan diri dari bagian Timur atau bagian Yunani dan bisa
membentuk suatu lembaga di bawah Kepausan, yaitu deretan penguasa yang
terpanjang dan yang paling berkuasa yang pernah disaksikan oleh dunia
ini."
(Medieval and Modern Times, hlm. 40, 41 ).
Mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi (Dan 7: 25)
"Kepada
binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan
hujat......Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat
nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga."
Wahyu 13:5,6
Menghujat Allah atau menentang Yang Mahatinggi
berarti menyamakan diri dengan Allah atau berbuat seperti Allah, atau
merampas Hak Allah. Pemimpin-pemimpin Yahudi menuduh Yesus Kristus
menghujat Allah, karena Ia menyamakan diri dengan Allah dan mengaku
mempunyai hak untuk mengampuni dosa.
-Yohanes 10: 30-33
"Aku
dan Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu
untuk melempari Yesus.Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik
yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah
di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab
orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau
melempari Engkau, melainkan karena Engkau
menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja,
menyamakan diri-Mu dengan Allah."
-Lukas 5:20-21
Ketika
Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah
diampuni." Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam
hatinya: "Siapakah orang yang
menghujat Allah ini? Siapa yang dapat
mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
PAUS LEO XIII dalam his Great Encyclical Letters berkata:
"Kami menduduki diatas dunia ini tempat Allah Yang Maha Kuasa." h.304
Pekerjaan
otentik dari F. Lucii Ferraris, yang disebut PROMPTA BIBLIOTHECA
CANONICA JURIDICA MORALIS THEOLOGICA yang dicetak di Roma, 1890, dan
disahkan oleh Catholic Encyclopedia (Jil. VI. h. 48) kita menemukan kutihan-kutipan berikut yang menyebutkan tentang kuasa paus:
- "Paus
begitu tinggi martabatnya dan begitu ditinggikan sehingga ia bukan1ah
seorang manusia biasa, tetapi ia seakan-akan Allah, dan pengganti
Allah...."
- "Itulah sebabnya Paus
dimahkotai dengan mahkota berlapis tiga, sebagai raja di langit dan di
bumi, dan bagian-bagian yang lebih bawah . . ." "Sehingga sekiranya saja
mungkin bahwa para malaikat berbuat kesalahan dalam iman, atau boleh
jadi berpikir bertentangan dengan iman itu, mereka dapat dihakimi dan
dikucilkan oleh Paus . . ."
- "°Paus adalah
seakan-akan Allah di muka bumi, pemerintahan satu-satunya dari Kristus
yang setia, kepala raja diatas segala raja, memiliki kuasa yang lengkap,
kepadanya telah dipercayakan oleh Allah yang maha kuasa, kuasa
mengarahkan bukan hanya dalam kerajaan duniawi saja tetapi juga dalam
kerajaan surgawi." DIKUTIP dalam SOURCE, BOOK, Revised Edition, h. 409, 410. Washington, D.C., 1927
The Catholic Encyclopedia mengatakan tentang Paus: "Kalimat-kalimat yang ia berikan diteguhkan di surga." Jil. X11, Art. Pope." h. 265
"Berperang melawan Paus sama dengan berperang melawan Allah, menyadari bahwa Allah adalah paus dan paus adalah Allah." Marenus (Catholic) History.
"Paus
bukan hanya perwakilan Jesus Kristus saja, tetapi ia juga adalah Jesus
Kristus Sendiri, yang terbungkus oleh daging (kemanusiaan)." Catholic
National, July, 1895
Gereja mengajarkan orang
awam wajib melakukan pengakuan dosa. Katekismus Joseph Darbie hal 279
"Imam sesungguhnya dapat mengampuni dosa-dosa berdasarkan kuasa yang
diberikan kepadanya oleh Kristus"
Ajaran
Infability mengatakan Gereja Roma Katolik dan Paus tidak bisa berbuat
salah. Alkitab mengajarkan semua orang sudah berbuat dosa, tidak
seorangpun benar (Mazmur 14:3, Roma 3:23).
Menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi
(Daniel
7: 25), berperang melawan orang-orang kudus (Wahyu 13:5), mabuk oleh
darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus (Wahyu 17:6)
Pernyataan gereja Roma Katolik oleh Thomas Aquinas:
"Jika
pemalsu-pemalsu uang atau penjahat-penjahat lainnya secara adil
dijatuhi hukuman mati oleh penguasa-penguasa dunia (secular),
lebih-lebih lagi orang-orang murtad (heretics) sesudah mereka dinyatakan
murtad, mereka dapat bukan hanya dikucilkan (excommunicated) raja,
tetapi secara pasti harus dibunuh mati." SUMMA THEOLOGICA, 2a, 2ae, qu.
xi. art. iii.
"Gereja telah
menganiaya. Hanyalah seorang yang baru dalam sejarah gereja akan
menyangkal hal itu . . . Orang-orang Protestan dianiaya di Perancis dan
Spanyol dengan persetujuan penuh dari penguasa-penguasa gereja. Kami
selalu mempermasaalahkan (defended to argue or state a case for)
penganiayaan orang-orang Hugenots, dan Polisi rahasia Spanyol (Spanish,
Inquisition)." WESTERN WATCHMAN, OFFICIAL OR:GAN OF FATHERS PHELAN. St. Louis. Mo.: Dec. 24, 1908
Gereja
boleh saja melalui hak ilahi "menyita harta milik orang-orang yang
murtad (heretics), memenjarakan orang-orangnya dan menghukun mereka
dengan api . . . Di zaman kita hak untuk mengenakan hukuman-hukunan
paling kejam (severest penalties), bahkan hukuman mati, adalah hak
gereja . . . o1eh karena pengalaman mengajarkan kita bahwa tidak ada
cara pengobatan yang lain . . . Jalan terakhir yang dapat ditempuh
adalah hukuman mati. . . . Tidak ada perlawanan yang paling mematikan
selain kemurtadan (There is no graver offense than heresy) . . . itulah
sebanya hal itu harus dicabut sampai ke akar-akarnya dengan api dan
pedang. Inilah suatu kredo (tenet) Katolik yang harus dengan setia
dipegang, agar hukuman paling hebat bukan hanya boleh (may), tetapi
harus (must), ditimpakan kepada pemurtad-pemurtad yang keras kepala
itu."
INSTITUTES OF PUBLIC ECCLESIASTICAL LAW, Jil., 2, h. 142 (Inilah standard pekerjaan Katolik yang diterbitkan tahun 1901)
Editor dari the
WESTERN WATCHMAN,
sebuah journal Katolik, berkata dalam terbitan November 21, 1912:
"Pahlawan-pahlwan
kami adalah Duke of Alva dan Catherine de Medici. Mereka kenal
orang-orang Hugenots, dan mereka mengusir orang-orang Hugenots dari
benua itu. Anda tidak dapat membangkitkan rasa iba di jiwa kami dengan
menyampaikan pengaduan atas kelejaman Katolik di abad ke 17 (You calinot
excite any pity in our souls by whining account of Catholic atrocities
in the 17th century). Kami tidak pernah menuliskan satu kalimatpun
pernyataan maaf kami atas perbuatan Inquisition. Kami tidak pernah
berpikir hal. itu perlu diperdebatkan. (We have never written a line in
extenuation or palliation of the Inquisition. We never thought it needed
defense.)
"Lebih dari 300.000 orang dianiaya di Spanyol saja, di
antara mereka 31.912 mati dibakar. Berjuta juta orang dibantai di Eropa
karena iman mereka"
Bible Reading for the home - Washington 1942, hal 221
"......
150 tahun setelah Konstantin kaum Donatis dianiaya bahkan dibunuh ....
Kaum Protestan dianiaya di Perancis dan Spanyol dengan persetujuan penuh
penguasa Gereja ...... bila dianggap perlu Gereja akan menggunakan
kekerasan untuk memaksa"
The Western Watchmen – USA
"Kami
melarang orang awam memiliki turunan Alkitab, balk Perjanjian Lama
maupun Baru. Penguasa Distrik (Tuan Uskup/Bishop) harus-mencari dengan
teliti para pemurtad kafir (heretic) di rumah-rumah, persembunyian dan
hutan-hutan dan seluruh perbaktian bawah tanah mereka harus sepenuhnya
dimusnahkan" Konsili Tolosanum, Paus Gregoru IX, 1229.
Berusaha mengubah waktu dan hukum (Daniel 7: 25)
Dimaksud
mengubah hukum dalam Daniel 7 : 25 selaras dengan pengertian menghujat
Allah dalam Wahyu 13, dengan sendirinya berkaitan dengan sikapnya
terhadap 10 Perintah Allah yang diberikan Allah kepada Musa di Sinai dan
ditulis oleh jari Allah sendiri. Belum pernah ada kekuasaan yang terus
terang menyatakan diri dan berhasil mengubah hukum Allah itu di dunia
kecuali Kepausan. Dalam Katekismus ditegaskan : "Kita memelihara hari
MINGGU ganti dari SABTU karena Gereja Katholik dalam Korisili Laodekia
(336 TM) telah memindahkan kekhidmatan hari Sabtu kepada hari Minggu".
Peter Geirmun - The Convert Catechism of Catholic Doctrine" - 1934. (Pengubahan hari ini adalah tanda kuasa dari Gereja Katolik/kePausan,
Satu
bukti pengubahan hukum yang tertulis adalah dihapusnya Perintah Kedua
dalam Hukum Allah yang melarang penyembahan patung/berhala. Sudah
diterangkan di bagian depan bahwa Gereja telah menduniawikan dirinya
dengan menerima kebiasaan kaum kafir dan mengkristenkan dewa-dewi dan
ibadat mereka. Perintah Hari Minggu (Sunday Law) adalah perintah
penguasa untuk menyucikan Hari Minggu sebagai hari perbaktian dan hari
peristirahatan (Hari Raya). Perintah Pertama diberikan o1eh Kaisar
Konstantin tahun 321 untuk memuja Dewa Matahari (Dewa bangsa Romawi)
atau "venerabili die Solis", kecuali para peladang yang bekerja di
pertanian ( Encyclopedia Britannica IX. 7-3-321-Corpus Juris Gulis God)
Gereja Roma Katolik sebagai penerus kekuasaan Romawi Kafir meneruskan
juga tradisi dan ibadatnya dalam bentuk "Kekristenan".
Sejak abad
kelima Pemerintah di berbagai negeri di mana telah ada Gereja, telah
melindungi perhentian pada HARI MINGGU dengan UNDANG-UNDANG TENTANG HARI
MINGGU (Dr J. Verkuyl - Etika Kristen - BPK 1961, hal. 212. ibid
hal.212)
Berkuasa selama 3,5 masa atau 42 bulan
"...dan
mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa
dan setengah masa." Daniel 7: 25 "Dan kepada binatang itu diberikan
mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa
untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya" Wahyu 13:5.
Tiga setengah masa berati 3,5 tahun nubuatan = 42 bulan nubuatan =
1260 tahun (1 hari nubuatan = 1 tahun sebenarnya, yaitu
dari tahun 538 M sampai tahun 1798 M.
Mengalami luka namun kemudian sembuh
"Maka
tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang
membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu
sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu" Wahyu 13:3.
"... bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi
" Wahyu 17:8
Kepausan mengalami apa yang tampaknya sebagai suatu
pukulan mematikan ketika pada tahun 1798 jenderal Berthier, salah
seorang staf Napoleon, menangkap dan menawan Paus sampai mati di
pengasingannya.
Joseph Rickaby, The Modern Papacy, dalam Lectures on
the History of Religion, jld 3, lektur 24, hal 1 (London, Catholic
Truth Society, 1910) Separuh dari negara Eropa menyangka bahwa
Kepausan telah berakhir dengan adanya peristiwa ini. Akan tetapi Allah
telah menggariskan bahwa luka itu akan sembuh dan bahwa pengaruh
Kepausan akan bertumbuh sampai seluruh dunia mengikuti dia. Beberapa
kesembuhan yang sudah nyata :
- Pengembalian kedaulatan Paus oleh Mussolini tahun 1929
- Perkembangan pengaruh Katolik di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat
- Konsili Vatikan kedua tahun 1962-1965
- Sikap rujuk sebagian besar Protestan Modern
Siapapun tahu kalau dewasa ini Kepausan (Vatikan --
penj.) dalam
berbagai hal merupakan satu kuasa yang paling berpengaruh di dunia ini.
Dan dengan kunjungan Paus Yohanes Paulus II yang lalu, pengaruh dan
kekuasaan Kepausan kian meningkat. Berjuta-juta orang di seluruh jagad
memandang kepada Kepausan dewasa ini sebagai satu-satunya harapan bagi
persatuan dunia, rasa kasih dan perdamaian
Mempunyai lambang bilangan
"Yang
penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia
menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah
bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
enam ratus enam puluh enam." Wahyu 13:18
Tidak
seperti bahasa-bahasa lainnya, huruf-huruf Romawi mengandung juga unsur
angka : D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V=U=5, I = 1
Mahkota yang
dikenakan Paus untuk acara kebesaran (seremonial head-dress). Meskipun
setelah Paus Paul VI tidak dipakai lagi, namun mahkota ini tetap ada dan
bebas untuk dipakai Paus-Paus yang akan datang. Tiara/ mahkota ini
bertingkat tiga, melambangkan kuasa terhadap 3 tingkatan (di langit, di
bumi, dan bagian-bagian di bawah bumi).
Gelar
yang tertulis di mahkota tersebut adalah : VICARIUS FILII DEI yang
artinya "Vicar of Christ" (One who takes the place of Christ), yaitu Pengganti dari Kristus - Our Sunday Visitors, Catholic Encyclopedia.
666
LATIN
V = 5
I = 1
C = 100
A = 0
R = 0
I = 1
U = 5
S = 0
F = 0
I = 1
L = 50
I = 1
I = 1
D = 500
E = 0
I = 1
= 666
Pada cincin/meterai Kepausan terdapat gelar :
D U X C L E R I
500 + 5 + 10 + 100 + 50 + 1 = 666 (E dan R tidak ada nilai), gelar lainnya adalah :
D I C L U X
500 + 1 + 100 + 50 + 5 + 10 = 666
sumber : BAHAN SEMINAR WAHYU, SEMINAR WAHYU, “Orde Dunia Baru”,